Sesungguhnya Islam sangat memahami tabiat manusia. Salah satunya adalah adanya konsep pahala dan siksa. Pahala dijanjikan bagi manusia agar mereka dengan senang hati berbuat kebajikan. Dan di antara sekian banyak amal kebajikan, ada beberapa perbuatan yang mungkin di mata kita terlihat kecil. Namun ternyata Allah dan Rasul-Nya menjanjikan pahala yang besar. Berikut ini ringkasannya.
Kamis, 06 Oktober 2011
Abu Hurairah, Utamakan Lapar Ilmu Daripada Lapar Makanan
Di antara ratusan ribu hadits Nabi Muhammad saw, terdapat banyak hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. Meski hanya empat tahun hidup bersama Rasul saw. sebelum wafat beliau, namun Abu Hurairah telah menghafal dan meriwayatkan 5.374 hadits dari Nabi saw.
Alhamdulillah, Kita Sudah Punya Teladan
“Orang tua itu seneng ngomong ya Ma, ceramah, memberi nasihat?!”
“Loh, ada apa ini!?” tegur Ibu.
“Putri benar-benar jengkel lo Mam. Diklat Kepemimpinan tadi isinya cuma pidato. Mana pidatonya panjang dan laaamaaa, dan membosankan. Pokoknya menyebalkan!” kata Putri dengan nada tinggi.
“Loh, ada apa ini!?” tegur Ibu.
“Putri benar-benar jengkel lo Mam. Diklat Kepemimpinan tadi isinya cuma pidato. Mana pidatonya panjang dan laaamaaa, dan membosankan. Pokoknya menyebalkan!” kata Putri dengan nada tinggi.
Memperhatikan Postur
Rasulullah Muhammad saw. memberi tuntunan untuk berganti posisi saat kita emosi. Jika kita marah dalam posisi berdiri, maka dianjurkan untuk mengambil posisi duduk. Begitu pula saat kita duduk, maka dianjurkan untuk mengambil posisi berbaring. Diharapkan dengan bergantinya posisi kita, maka emosi dan amarah kita lebih mudah dikendalikan.
“Engkau Ibarat Ayah dan Paman Bagiku…”
Sudah menjadi kebiasaan di masa jahiliyah dulu orang-orang kaya mempunyai budak. Selain untuk membantu tugas majikan, kepemilikan budak juga merupakan sebuah bisnis dan juga gengsi sosial bagi kalangan atas. Namun, kehadiran risalah Islam perlahan menghapus perbudakan. Di banyak aturan fiqih Islam terdapat ketentuan yang mewajibkan seseorang untuk membebaskan budak.
Dicari, Relawan Pencuci Mukena (Cerpen)
“Bau, kotor. Ini juga kotor.” Seorang muslimah sedang membolak-balik sehelai mukena putih di sebuah mushala. Tangannya mengaduk-aduk keranjang, di dalamnya terdapat beberapa mukena yang dilipat sembarangan, bahkan ada yang tidak terlipat. Mukena-mukena menghamburkan bau tidak sedap. Tidak ada satu pun mukena yang bersih.
Langganan:
Postingan (Atom)


