Labels

Kamis, 06 Oktober 2011

Jilbabi Diri dan Jilbabi Budi

“Apakah menjadi muslimah membuat Anda merasa damai?” tanya seorang gadis cilik kepada Lauren Booth, adik ipar mantan PM Inggris Tony Blair. “It’s very peacefull,” jawab Booth yang sudah setahun menjadi muslimah.



Booth menjawab pertanyaan itu pada seminar Islam, Fear Or Not To Fear? yang merupakan bagian dari acara Islam Conference yang digelar Islamic Society Essex University, Colchester. Perempuan kulit putih itu menjadi pembicara dengan topik My Journey to Islam.


Dia mengatakan muslim ingin semua orang menjadi bahagia. “Menjadi Muslim merupakan suatu kedamaian,” ujar Lauren Booth lalu mengatakan bahwa kini dirinya menjadi lebih tenang.

Booth, yang mengenakan jilbab begitu menjadi muslimah, mengaku dibesarkan oleh orang tua yang tak religius di London Utara. “Ayah saya, aktor Tony Booth, membagi waktunya antara bandar judi dan pub,” kata perempuan kelahiran 1967 itu. Tony Booth dikenal karena perannya dalam Till Death Do Us Part. Tony adalah ayah dari Cherie Blair, istri mantan PM Inggris Tony Blair (dikutip dari antaranews.com 10/01/2011).

Hanya Orang Gila Yang Umbar Aurat
Menutup aurat merupakan fitrah manusia yang diaktualkan Adam dan istrinya saat muncul kesadaran mereka muncul. Karena siapa saja yang belum atau tidak punya kesadaran –anak kecil atau orang gila misalnya- tidak segan membuka dan memperlihatkan auratnya.

Kesadaran menutup aurat manusia pertama sebagaimana diceritakan Al Quran, “Maka setan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka, ‘Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu, ‘Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?’” (QS. Al A’raf 22).

Apa yang dilakukan oleh pasangan nenek moyang kita itu dinilai sebagai awal usaha manusia menutupi kekurangan-kekurangannya, menghindar dari apa yang tidak disenanginya serta upayanya memperbaiki penampilan dan keadaannya. Inilah langkah awal manusia menciptakan peradaban.

Allah swt. mengilhami hal tersebut dalam benak manusia manusia pertama untuk kemudian diwariskan kepada anak-cucunya. Jika demikian, berpakaian menutup aurat adalah alamat bahkan awal dari lahirnya peradaban manusia dewasa.

Upaya manusia berpakaian rapi –sebagimana dikehendaki agama- dapat memberi rasa tenang dalam jiwa pemakainya. Ketenangan batin itu merupakan salah satu dampak yang dikehendaki Islam. Agaknya inilah yang dirasakan Lauren Booth. Penyiar dan jurnalis salah satu TV Inggris ini merasakan kedamaian di hatinya.

Kiranya memang busana muslimah begitu menjanjikan keamanan kenyamanan. Menurut Farikh Marzuqi, MA, sekretaris Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Surabaya, salah satu hikmah perintah berjilbab adalah terjaganya kehormatan seorang wanita terutama saat keluar rumah.



Farikh Marzuqi, MA

“Secara fitrah, wanita itu berada di rumah. Tapi ‘kan tidak mungkin wanita selalu di rumah. Ada juga kebutuhan menuntut ilmu atau berkiprah di masyarakat. Agar tetap terjaga kehormatannya, maka Islam memerintahkan penggunaan jilbab,” jelas Farikh.


‘Pakaian’ Malu
Kemudian, pria yang juga ustadz ini mengutip ayat 59 surat Al Ahzab (yang artinya), “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”

Dengan demikian kesucian masyarakat tetap terpelihara. “Karena di luar sana selalu ada orang yang berpenyakit di hatinya. Itu akan membuatnya berniat buruk pada wanita. Kita masih dengar kasus-kasus pelecehan seksual di bis atau rekaman rahasia di kamar mandi umum,” ungkap dosen Mahad Umar bin Khathab Universitas Muhammadiyah Sidoarjo ini.

Kita tidak boleh lalai bahwa zaman sekarang lebih aman daripada zaman jahiliyyah di masa sebelum Islam. Islam, masih kata Farikh, telah mengatur cara muslimah berbusana serta mengingatkan untuk selalu menjaga diri. “Selain berjilbab, para muslimah harus mengenakan ‘pakaian’ malu. Jangan membuat pria tergoda. Tidak semua pria imannya kuat,” tukasnya.

Lantas Farikh mengutip ayat 32 surat Al Ahzab, “…Maka janganlah kamu tunduk (suara mendesah) dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang berpenyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik” (QS. Al Ahzab 32).

Islam sangat memahami tabiat dasar manusia. Hakikat nafsu selalu sama dari dulu hingga sekarang. “Tak ada jaminan bahwa di zaman modern tak ada ancaman syahwat,” tegas Farikh. Para suami dan ayah harus mengingatkan istri dan anak-anak perempuan masalah ini.
“Berjilbab adalah amal ibadah. Dan tiap amal harus dengan ilmu (al ilmu qobla amal). Palajari hikmah dan manfaat berjilbab. Kalau paham ‘kan mantap. Jangan seperti siswi yang jilbabnya dilepas dan dimasukkan tas begitu keluar sekolah,” ujar Farikh. “Para ibu juga harus memberi contoh. Anaknya berjilbab saat sekolah atau TPA tapi ibunya yang mengantar malah tidak ,” tandas bapak tiga anak ini.

Ketika Pria Tersiksa
Semua kaidah berbusana muslimah telah dijelaskan agama. Lebih lanjut Farikh memaparkan bahwa Islam telah memberi panduan umum menutup aurat. “Asalkan tidak tipis, transparan, membentuk tubuh (ketat) dan tidak menyerupai kaum kafir. Soal motif atau desain tergantung urf (budaya lokal). Muslimah Thailand biasa pakai motif kain jilbab seperti kain sarung. Di Afganistan burqa (penutup wajah) sudah lazim,” ungkap pria yang meraih gelar master dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini.


Ada pepatah Jawa: ajining diri saka lati, ajine raga saka busana. Artinya kehormatan diri tergantung lidah, kehormatan fisik tergantung dari cara berpakaian. Hargai diri kita. Jangan melecehkan diri sendiri. Janganlah hanya karena tren lantas para wanita ‘memperkosa’ mata lelaki dan membebani pria dengan dosa zina mata. Hiasilah diri dengan jilbab dan percantik budi dengan takwa.

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat” (QS. Al A’raf 26).{}

0 comment:

Posting Komentar

Followers